Cara Merubah Pola Cetak

Cara merubah pola cetak dapat dilakukan dengan mengecilkan, membesarkan, memendekkan, atau memanjangkan pola cetak yang disesuaikan dengan ukuran badan kita. Pola-pola cetak yang mau diubah, diberi garis pada bagian-bagian tertentu dan pada garis itulah pola dapat dibesarkan, dikecilkan, dipendekkan, atau dipanjangkan.

Merubah Pola Rok
Untuk memanjangkan atau memendekkan pola rok, buat dua garis penolong, yaitu : 17 cm. dari pinggang dan pada pertengahan bagian bawah.
Untuk merubah lingkar pinggang dan panggul, garis penolong dibuat pada pertengahan pola.

Mengambil Ukuran
Sebelum membuat pola, terlebih dahulu kita harus mengambil ukuran. Cara mengambil ukuran ini, harus benar-benar diperhatikan agar didapat pakaian yang pas dan enak dipakai :
Untuk memperoleh ukuran yang tepat, maka sebelum mengambil ukuran sebaiknya dilakukan hal sebagai berikut :
1. Mengikat lingkar badan dengan pita melalui puncak dada untuk menentukan besar badan.
2. Mengikat lingkar pinggang dengan pita cukup erat untuk memperoleh lingkar pinggang.
3. Mengikat lingkar panggul untuk memberi tanda panggul paling besar dan menentukan tinggi panggul.

Pengukuran dilakukan pada bagian-bagian tertentu sesuai dengan bentuk pakaian yang akan dibuat.
Cara melakukan Pengukuran Rok
1. Lingkar pinggang : diukur melingkar
2. Tinggi panggul/punggul :diukur mulai dari pinggang sampai dibagian lingkar panggul yang terbesar.
3. Lingkar pinggul/panggul : diukur melingkar melalui bagian perut, pantat, dan melalui bagian pinggul yang paling besar, dan ditambahkan 4 cm.
4. Panjang rok : diukur dari pinggang ke bawah sesuai keinginan.

Membuat pola
Sebelum membuat pakaian, terlebih dahulu kita harus membuat pola-pola pakaian ini dibuat sesuai model pada kertas paying atau bisa pada kertas Koran. Setelah pola digambar lengkap dengan tanda-tandanya (tanda tengah muka, tengah belakang, kupnat dan tanda lainnya). Kemudian pola tersebut digunting pas pada sisi pola.
Cara menggunting pola sebaiknya perbagian, misalnya : pola bagian Blus, pola Rok, pola Lengan, Kerah, dan Saku. Setelah pola digunting, pola siap digunakan.

Meletakan pola pada kain
Setelah pola digunting semuanya, mulailah meletakkan pola pada bahan atau kain yang telah disiapkan. Tetapi sebelum memulai meletakkan pola, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
– Perhatikan kain tersebut lurus atau tidak. Jika tidak lurus, luruskan dulu kain tersebut dengan cara mencabut sehelai benang (arah benang lebar) pada ujung terpendek kain. Kemudian luruskan kain, dengan cara ditarik serong agar benangnya lurus.
Setelah kain siap, mulailah meletakkan pada kain dengan cara sebagai berikut :
a. Bahan dilipat menurut panjangnya dengan bagian baik kain berada disebelah dalam agar kain tetap bersih dan memudahkan untuk member tanda menggunkan kapur jahit ataupun rader.
b. Letakkan kain yang telah dilipat tersebut diatas meja datar dan lebar, atur agar kain tersebut berada dalam keadaan rata.
c. Letakan pola dengan posisi sesuai gambar pada cara merancang bahan.
d. Tempelkan pola pada kain dengan menggunakan jarum pentul.
e. Beri tambahan untuk kampuh dan jahitan pada masing-masing pola sesuai dengan ketentuan.
f. Setelah tanda-tanda pada setiap pola selesai di buat, bahan siap digunting.

Menggunting
Setelah pola diletakkan pada kain sesuai dengan cara merancang bahan, kain atau bahan siap untuk digunting.
Cara menggunting kain :
1. Gunting dipegang dengan arah bagian runcing bawah.
2. Pola dan kain dibagian depan gunting ditekan oleh tangan kiri sehingga kain tidak mudah terangkat dan arah benangnya tidak berubah.
3. Pada saat menggunting, mata gunting dikatupkan sampai keujung agar diperolehtepi guntingan yang rata.
4. Guntinglah kain menurut panjangnya, setelah itu barulah menggunting menurut lebarnya.
5. Usahakan selama menggunting, posisi kain tetap sejajar dengan tepi meja, dengan demikian sewaktu menggunting sebaiknya kita berjalan mengelilingi meja.

Merader
Setelah semua kain digunting, untuk memudahkan pada saat menjahit, maka kain yang telah dipotong tersebut diberi tanda.
Ada beberapa cara dalam member tanda, antara lain :
a. Merader,, yaitu member tanda pada kain yang akan dijahit dengan menggunakan rader bergigi atau licin .
b. Membuat garis-garis kecil atau titik-titik dengan menggunakan kaput jahit
c. Membuat tusuk jelujur renggang . cara ini digunakan untuk kain yang sangat licin
Atau pada bentuk-betuk yang sukar .
Dari cara-cara diatas , untuk tahap pemula sebaiknya pemberian tanda dilakukan dengan cara merader, adapun cara merader yaitu :
a. Selipkan karbon kain pada kain yang akan diberi tanda .
b. Rader kain tersebut megikuti tanda-tanda pada pola yang masih menempel pada kain
c. Setelah seselai merader, pola dilepaskan dari kain .

%d bloggers like this: